Sebagai Manusia Hendaknya Menghindari Perbuatan Buruk Untuk Mencapai Keharmonisan Dalam Kehidupan

  • Bagikan
LCN | BALI – Terlahir sebagai manusia sungguh hal yang utama, dalam ajaran Agama Hindu manusia memiliki tiga hal sebagai makhluk yang utama, yaitu Sabda, Bayu dan Idep yang berarti memiliki kemampuan untuk berbicara, kemampuan untuk bergerak dan kemampuan untuk berfikir, ketiga hal ini dalam Agama Hindu disebut Tri Pramana.
Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka kepada LintasCakrawalaNews mengatakan keutamaan terlahir sebagai manusia di dalam ajaran Agama Hindu karena manusia merupakan kesatuan antara badan jasmani dan jiwa atau atman yang menjadikan manusia terus berkembang. “Menjadi manusia merupakan suatu hal paling utama, karena manusia memiliki kemampuan untuk berfikir, berkata dan bertindak, maka manusia dikatakan sebagai mahluk ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa yang paling utama,” jelas Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka di kediamannya Penida Kaja, Tembuku Bangli.
Lebih lanjut Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka menjelaskan hanya manusia yang bisa mencapai surga bahkan dapat bersatu dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan mahluk ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa yang lain untuk mencapai surga dan moksa, mesti harus terlahir menjadi manusia terlebih dahulu karena manusia tempatnya perbuatan baik dan perbuatan buruk.
“Dengan adanya wiveka yang ada dalam diri manusia, hendaknya mereka memiliki kemampuan untuk membedakan hal yang baik dan buruk, tentunya sebagai manusia, hendaknya menghindari perbuatan buruk untuk mencapai keharmonisan dalam suatu kehidupan,” urai Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka yang sudah banyak melahirkan seniman topeng dan dalang wayang ini.
Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka memaparkan, dalam kitab Sarasamuccaya, sloka kedua menyebutkan diantara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun perbuatan buruk, leburlah ke dalam perbuatan baik segala perbuatan buruk demikianlah guna atau pahalanya menjadi manusia.
“Sangat jelas bahwa setiap manusia berpotensi melakukan perbuatan baik dan perbuatan buruk, jika ingin mendapatkan suatu keharmonisan dalam kehidupan, maka selalu utamakan perbuatan baik dalam suatu kehidupan dan gunakan atau fungsikan sabda, bayu dan idep yang ada dalam diri dengan baik,” tegas Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka yang menyediakan sarana kelengkapan upacara yadnya seperti gong, gambang, angklung, topeng sidhakarya dan wayang lemah atau wayang sudhamala ini.
Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka menjelaskan Agama Hindu mengajarkan untuk memahami hakikat manusia memalui ajaran Tat Tvam Asi, bahwa antara aku dan engkau adalah sama dan bahkan lebih jauh lagi antara aku, engkau dan dia adalah satu kesatuan jiwa yang sama.
“Hendaknya manusia selalu menumbuhkembangkan lima pondasi dasar dalam kehidupan, yaitu Satya adalah kebenaran, Dharma adalah kebajikan, Santih adalah kedamaian, Prema adalah kasih sayang, dan Ahimsa adalah tanpa kekerasan. Kelima dasar ini harus diterapkan dalam kehidupan, kelima dasar ini sudah dilaksanakan dengan baik maka kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan pasti tercapai,” kata Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka.
Sementara Ngakan Putu Gede Udiana biasa disapa Aji Wisnu Segara Putra yang juga Wartawan LintasCakrawalaNews Biro Bali ini menjelaskan, untuk mencapai kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan, hendaknya sadar tentang keutamaan terlahir sebagai manusia dan kesadaran sebagai manusia yang memiliki kelebihan dari makhluk lain, yaitu Sabda, Bayu dan Idep.
“Dengan memadukan ketiga hal tersebut dengan lima dasar yaitu Satya, Dharma, Santih, Prema dan Ahimsa, maka apa yang menjadi tujuan utama dari manusia akan terwujud, yaitu moksartam jagaditha ya caiti dharma, yang artinya kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan serta kesejahteraan dalam dunia rohani. Mari bersama – sama menumbuhkan dan mengembangkan prilaku baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini,” pungkas Aji Wisnu Segara Putra anak didik Jero Mangku Dalang Nyarikan Muaka ini. ● (Ngakan Udiana)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *