Advertisement Here

Jero Balian Mangku Sumawijaya : Karang Berada Disisi Perempatan Harus Membuat Pelinggih Di Pojok Rumah 

  • Bagikan
LCN | BADUNG BALI – Jika di pekarangan metu kukus atau keluar gundukan dan karang tumbak rurung atau ditabrak jalan, dekat dengan pura, balai banjar, di utara bale banjar, panes karang atau rumah tersebut bila tidak diupacarai.
Jero Balian Mangku Sumawijaya ketika ditemui Wartawan LintasCakrawalaNews Biro Bali di kediamannya Banjar Sigaran, Desa Mekarbhuana, Kecamatan Abiansemal Badung Bali yang biasa ngayah menari nyalonarang ngundang leak dan menjadi watangan matah ini mengatakan, karang berada di sisi perempatan tidak bagus, biasanya harus membuat pelinggih di pojok rumah dekat perempatan tersebut, bila lebah bersarang di rumah atau pelinggih atau ular masuk rumah itu pertanda karang tersebut panas.
Lebih lanjut Jero Balian Mangku Sumawijaya menjelaskan bahwa menggunakan bahan bangunan yang sudah pernah terbakar untuk membangun kembali itu tidak baik nantinya bisa kena bencana tidak terputus – putus.
“Kalau ada bale pungkat atau rebah karena gempa bumi, lalu bangunan tersebut didirikan lagi, sama artinya dengan menggunakan bahan habis terbakar. Jika rumah sempat terbakar, wajib membuat pelinggih Sang Hyang Indra Blaka,” katanya.
“Kalau tidak dibangun pelinggih, mara bahaya datang tanpa henti biarpun sudah melakukan pecaruan,” jelas Jero Balian Mangku Sumawijaya.
“Karena Sang Hyang Indra berubah wujud menjadi Shang Hyang Kala Maya dan Kala Desti,” tegas Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Lebih lanjut Jero Balian Mangku Sumawijaya yang biasa ngayah menari nyalonarang ngundang leak dan menjadi watangan matah ini menyatakan, bila pohon tumbang tanpa ada hujan atau angin hal ini merupakan ciri tanah pekarangan panas tidak putus – putusnya terkena bencana.
Jero Balian Mangku Sumawijaya memaparkan bila palinggih roboh, dapur, jineng tanpa sebab itu namanya panca baya namanya karang tersebut patut di upacarai. Karang tumbak rurung, sungai, pangkung merupakan karang panas karena Sang Hyang Kala Durga ngeraranin wajib membuat Padma Alit palinggih Sang Hyang Durga Maya supaya diberikan keselamatan.
Jero Balian Mangku Sumawijaya mengatakan, dirinya biasa membantu orang terkena musibah seperti kena cetik, bebai, pepasangan, guna – guna, acep – acepan serta membuat pengijeng karang perumahan dan pengasihan. “Pengijeng karang fungsinya supaya tanah pekarangan yang kita tempati terhindar dari serangan ilmu hitam atau ilmu leak, orang yang tinggal di tanah pekarangan tersebut diberi kerahayuan,” jelasnya.
Jero Balian Mangku Sumawijaya mengatakan, penyengker atau pengijeng diri berfungsi untuk menjaga diri supaya terhindar dari mara bahaya baik di rumah, di jalan dimanapun kita berada. Dirinya biasa membantu orang atau pasien membuat pengijeng atau penyengker diri. “Ingat selalu berdoa kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa supaya selalu diberikan kesehatan dan kerahayuan, dirinya hanya sebagai perantara Sang Pencipta dan siap membantu bila ada yang membutuhkan pertolongan,” pungkas Jero Balian Mangku Sumawijaya.
Editor    : Ngakan Udiana
Sumber : Wawancara di Banjar Sigaran,
                  Desa Mekarbhuana Badung Bali
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *