Advertisement Here

Dede Farhan Aulawi: Tidak Ada Yang Patut Disombongkan

  • Bagikan

LCN | BANDUNG — Setiap manusia pada dasarnya didorong untuk selalu berkiprah dan berusaha sesuai dengan bidang peminatannya masing – masing secara maksimal. Namun satu hal yang harus diingat adalah bahwa kewajiban manusia itu untuk “berusaha”, sementara hasilnya diserahkan pada Allah SWT karena Allah tahu yang terbaik buat umat-Nya.

Hal ini sebenarnya memiliki makna bahwa harta, kekayaan atau keberhasilan itu bukanlah tujuan dari usaha itu sendiri, sebab tujuan yang sebenarnya adalah ketaatan kita dalam melaksanakan kewajiban untuk senantiasa berusaha dengan penuh keikhlasan sesuai perintah-Nya. Apapun bentuk kekayaan atau kehormatan di dunia ini hanyalah titipan dan amanah. Semua tidak ada yang kekal, kecuali amal sholih yang ikhlas.

BERITA TERKAIT  Heboh" Kasus Hibah Ponpes, Ulama Besar Banten Turun Gunung

Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara, dan yang kekal itu hanya kelak di akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.”
(QS.An-Nahl : 96)

Apapun yang kita miliki pada akhirnya akan kita tinggalkan. Ataupun berpindah tangan dan berganti nama kepada keluarga, saudara atau orang lain. Jika hari ini kita memiliki sebidang tanah misalnya, maka percayalah bahwa suatu saat kepemilikan sebidang tanah tersebut pasti akan berpindah tangan.

BERITA TERKAIT  Wakil Gubernur Turun Gunung! Tinjau Lokasi Pertambangan Yang Diduga Bermasalah Dengan Warga

Sertifikat tanah atau akta jual belinya tidak akan kita bawa ke laing lahat. Bahkan ketika pertama kali Allah menurunkan Nabi Adam AS ke bumi, disebutkan bahwa bumi ini adalah tempat tinggalnya untuk menikmati apa yang telah disediakan, sampai pada waktu yang telah ditentukan, sebagaimana tercantum dalam QS.Al-Baqarah ayat 36 yang berbunyi :
وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ
“Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan “.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *