Ambil Berkah, Peringati 10 Muharram Warga Desa Pembelacanan Masak Bubur Asyura

  • Bagikan

LCN | KOTABARU – Memperingati 10 Muharram tahun 1443 Hijriyah tentunya setiap daerah memiliki tradisi berbeda-beda. Seperti masyarakat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan,yang beramai-ramai membuat makanan khas yakni bubur Asyura.

Namanya bubur Asyura,mereka tidak bisa melewatkan momentum di bulan Muharram ini, ialah Warga Desa Pembelacanan, Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

BERITA TERKAIT  Presiden AFKN, Taruh Harapan Besar Santri & Santriwati Ikut Terlibat Kemajuan Bangsa Indonesia

Melakukan tradisi secara turun temurun.
Nampak suasana gotong royong dari sejumlah warga yang sangat antusias membuat bubur, mereka mengunakan bumbu karih bercampur bumbu sop.

“Ini namanya bubur Asyura Banjar, karena bumbunya campuran karih dan sop,” kata salah seorang juru masak Acil Arpiah atau lebih di kenal dengan panggilan acil Piah, Sabtu (19/8).

BERITA TERKAIT  Menjamurnya Radikalisme, BEM UMT: Ini Tantangan yang Serius

Selain itu, makanan khas bubur Asyura ini juga dicampur berbagai macam sayuran, agar lebih semakin lezat saat disantap, bubur Asyura itu diberi potongan kecil daging ayam, dan beberapa irisan telur gulung.

Kepala Desa Pembelacanan Sarifuddin mengatakan kegiatan pembuatan bubur Asyura bertujuan untuk menyambut dan memeriahkan bulan Muharam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *