Surat Tanah Palsu Membuat AAS di Vonis 42 Bulan

oleh
oleh

LCN | PALANGKA RAYA – Sidang vonis atas terdakwa dalam perkara pemalsuan surat atas kepemilikan tanah, Alpian Angai Salman digelar pada Pengadilan Negeri Palangka Raya Senin (08/03).

Dalam keputusannya Ketua Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 42 bulan penjara, dimana vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Happy C Hutapea.

Alfian Angai Salman didakwa atas upaya membuat sejumlah dokumen surat palsu atas tanah agar dapat menguasai dan menggarap lahan dengan total luas 11.378.868 m2 yang terletak di Kelurahan Kelampangan, Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya.

Parlin Hutabarat melalui Wilson selaku Kuasa Hukum Alpian dengan tegas menyatakan mengajukan Banding. “Kita akan ajukan banding atas putusan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Happy menerangkan pihaknya akan berpikir terlebih dahulu. “Pikir-pikir dulu dan berkoordinasi dengan pimpinan,” ujarnya

Sebelumnya, pihak Alpian merasa keberatan atas tuntutan Jaksa yang dinilai cukup tinggi. Bahkan dalam persidangan pembuktian, Jaksa tidak dapat membuktikan pasal 263 KUHPidana kepada kliennya.

“Untuk membuktikan apakah surat itu palsu atau tidak, harus uji laboratorium forensik, Jaksa tidak melakukan uji forensik,” kata Parlin.(Dayat)

Sumber : Liputan dan wawancara
Editor : Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *