Memalukan! Peras Kades dan Kepsek, 3 Oknum LSM dan Wartawan di Ringkus Polisi

oleh
oleh

LCN | NIAS SELATAN — Gerombolan orang mengaku oknum anggota LSM, dan oknum Wartawan ditangkap Polres Nias Selatan (Nisel) karena diduga memeras sejumlah kepala desa dan kepala sekolah. Sabtu, (06/03).

Kelompok pemeras itu mengaku dari LSM Pemantau Pengunaan Keuangan Negara (P2KN) dan oknum wartawan. Dari mereka polisi menyita yang Rp4.350.000, stempel DPP LSM P2KN, rompi bertuliskan wartawan divisi hukum Mabes Polri dan mobil Mitsubhisi Kuda BK 1886 FK.

Kapolres Nisel AKBP Arke Furman Ambat mengatakan, ketiga tersangka, AA (61) warga Jalan Danau Singkarak Lingkungan IV Kelurahan Wek V, Padang Sidimpuan, SIT (39) warga Desa Pulau Tamang Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal dan ALD warga Jalan Pasir Putih Kelurahan Pasar Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara.

”Modusnya tersangka berpura-pura sebagai anggota KPK dan LSM P2KN (Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) yang bertugas untuk audit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan negara,” ujar Kapolres.

Ketiganya melakukan aksi mulai tahun 2020 hingga 02 Maret 2021 dengan berbagai modus untuk melakukan pemerasan atau penipuan kepada targetnya, hingga akhirnya ditangkap pada Selasa (02/03).

Penangkapan berawal dari laporan GR Siregar (25), warga Nisel yang mengatakan ada sekelompok orang yang mengaku sebagai LSM, tim auditor BPK RI dan KPK tengah beraksi.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan ada tujuh orang yang menjadi korban pemerasan para tersangka, mulai dari kepala sekolah hingga kepala desa.

Para pelaku meminta sejumlah uang yang bervariasi mulai dari Rp500.000 hingga jutaan rupiah. Modusnya dengan memeriksa laporan keuangan korban.

Tercatat para korbannya antara lain Kasek SMPN 1 Gomo, EAL (39), Kasek SDN Hilianaa Gomo, MT (36), Kasek SDN Orahili Gomo, FZT (52), Kasek SMAN 1 Kecamatan Hilisalawa Ahe dan Kasek Hilindraso Niha Raya Kecamatan Toma.

Kemudian Kades Bawodobara Kecamatan Teluk Dalam, STD (52) dan Kades Maluo Hilisalawa Ahe Kecamatan Hilisalawa Ahe.

Tidak hanya itu, kata Kapolres, masih melakukan pengembangan penyidikan atas kasus ini, mana tau masih ada oknum lain diluar yang 3 (tiga) oknum tersebut. Selain itu, meminta kepada seluruh masyarakat Nias Selatan agar memberi laporan kepada pihak kepolisian bilamana ada yang merasa dirugikan oleh 3 (tiga) oknum tersangka tersebut.

“Para tersangka akan diancam dengan Pasal 268, 369 Subs 378Jo dan Pasal 64 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” ujar Kapolres.

Turut hadir, Kapolres Nias Selatan, AKBP Arke Furman Ambat, Waka Kapolres Kompol Jauhari Lumbantoruan, Kasat Reskrim AKP Iskandar Ginting, Kasi Propam Ipda Hamdani Ritonga, dan sejumlah personil polres Nias Selatan. [Tim/Hms-Nisel]

Editor : Anung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *