Rugikan Negara Rp1,3 M Pada Kasus Korupsi PIPG, Arianto PPK II Dituntut JPU Empat Tahun Penjara

oleh
oleh

LCN | PALANGKA RAYA — Terdakwa Arianto, dituntut Jaksa Penuntut Umum 4 (empat) tahun dan 6 bulan penjara denda Rp.100 juta subsidir 4 (empat) bulan kurungan, Kamis 04 Maret 2021 di Pengadilan Tipikor Palangka Raya.

Tuntutan terhadap terdakwa Arianto sempat di tunda oleh JPU pada Kamis pekan lalu karena Jaksa belum siap dengan surat tuntutannya, sebab banyak nya keterangan saksi yang harus dituangkan dalam surat tututan.

“Ada 36 saksi keterangan nya harus dituangkan secara keseluruhan,'” kata Irwan Ganda Putra, Kasi Pidsus Kejari Palangka Raya, baru ini tadi.

Terdakwa Arianto adalah Pejabat Pembuat Komitemen atau PPK II pada kegiatan Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) Tahun Anggaran 2018 pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah.

Terdakwa didakwa JPU telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.397.355.190 berdasakan audit BPKP Perwakilan Kalteng tertanggal 19 Mei 2020. Perkaranya pertama kali disidangkan, Kamis 16 Juli 2020 lalu.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana ketentuan pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor Jo pasal ,64 ayat (1) KUHP,” ungkap Jaksa.

Sidang dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda pembelaan secara tertulis dari terdakwa atas tuntutan jaksa yang dibacakan oleh Penasihat Hukum nya, Rahmadi G Lentam.

Sidang tersebut dipimpin oleh Alfon selaku ketua majelis hakim dan dua hakim anggota, serta dibantu panitera pengganti. [Dayat]

Editor : Anung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *