UPAYA PREVENTIF KAPOLSEK SELEMADEG BARAT DENGAN PENGELOLA OBYEK WISATA PENGASAHAN MENYIKAPI TINDAK KEJAHATAN

oleh
LCN | TABANAN BALI – Pada Senin 1 Maret 2021 bertempat di ruang rapat Polsek Selbar dilaksanakan acara tatap muka Kapolsek Selemadeg Barat dengan Pemilik dan Pengelola Hotel, Vila, Bar, Restaurant, Kepala Kewilayahan dan Kelian Adat se-Desa Lalanglinggah, dalam rangka upaya Polsek Selemadeg Barat menyikapi terjadinya kriminalitas dan tindak kejahatan yang terjadi di Wilkum Polsek Selbar dimasa pandemi Covid-19 serta penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja obyek wisata Pantai Pengasahan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional sesuai surat edaran pemerintah.
Hadir Kapolsek Selemadeg Barat, AKP. I Gusti Lanang Jelantik, S.H., Kanit Polsek Selemadeg Barat.  Kelian Adat Lalanglinggah., Kepala Kewilayahan Lalanglinggah., Pemilik Vila, Bar, Restauran, Penginapan dan Hotel se-Desa Lalanglinggah sebanyak 13 orang.
Kapolsek Selbar menjelaskan situasi kamtibmas  di wilayah Polsek Selemadeg Barat satu bulan berjalan yang berkaitan dengan orang asing yaitu kejadian curanmor pada 19 Pebruari 2021 dan yang kedua pada 25 Pebruari 2021 serta pencurian HP dengan korban orang asing.
“Dengan adanya peningkatan kejadian di wilayah Banjar Pengasahan Desa Lalanglinggah maka dilaksanakan tatap muka dan pertemuan kepada pemilik vila untuk mencari solusi agar tidak terjadi peningkatan kriminal di wilayah tersebut. Yang kedua adalah adanya beberapa kegiatan orang asing yang melanggar protokol kesehatan, seperti orang asing yang akan melaksanakan surping tidak menggunakan masker,” katanya.
Lebih lanjut Kapolsek Selbar mengatakan untuk menyikapi terjadinya tindak kejahatan tersebut perlu memperbaiki sistem keamanan di obyek wisata Pengasahan, besar harapan agar semua pelaku pariwisata memperbaiki sistem keamanan lingkungan kerjanya minimal menerapkan 4M yakni Man, Money, Material/Machine dan Metode.
Man artinya menyiapkan tenaga pengamanan swakarsa seperti satpam/security. Money artinya keuangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi vila/hotel. Matrial/machine artinya agar pengamanan di vila /hotel dilengkpi dengan sarana keamanan seperti cctv, tongkat, borgol, alat pemadam kebakaran api ringan (APAR), senter, Nomor telp penting dan lainnya. Metode yaitu pengaturan jadwal kerja baik staf maupun scurity agar tempat kerja tidak kosong. Mencatat identitas tamu yang menginap/berkunjung.
“Disamping itu apabila ada kejadian – kejadian menonjol agar segera menghubungi pihak kepolisian, hal tersebut merupakan bentuk sinergitas antara pelaku pariwisata dengan pihak Kepolisian,” pintanya.
Adapun langkap – langkah Kepolisian Polsek Selemadeg Barat dalam menyikapi tindak kejahatan di masa pandemi Covid-19 yaitu upaya preemtif melakukan Binluh Harkamtibmas terhadap pelaku usaha wisata Banjar Pengasahan dengan mengadakan dan meningkatkan Pam Swakarsa di masing – masing tempat usaha, serta  menghimbau masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungannya.
Upaya Preventif yaitu personil Polsek Selbar melaksanakan patroli ke wilayah obyek wisata Pengasahan dengan menggunakan mobil dinas dengan rotator menyala pada jam – jam rawan. Upaya  Represif yaitu penegakan hukum, melakukan penyelidian terhadap pelaku tindak kejahatan curanmor dan pencurian HP sehingga dapat mengungkap pelakunya.
Kapolsek Selemadeg Barat memberikan pengarahan tentang penerapan protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan pada obyek pariwisata, dimana pengelola usaha  wajib menyiapkan fasilitas prokes, memasang stiker no mask no service, ada karyawan khusus ditugaskan untuk menerapkan prokes kepada pengunjung yang datang seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tempat duduk pengunjung serta menghindari kerumunan dan pembatasan pengunjung yang datang.
Polsek Selbar telah melaksanakan pembagian masker, sosialisasi dengan menggunakan public addres dengan bahasa Inggris, memasang stiker no mask no service karena saat patroli ke tempat wisata masih ditemukan adanya orang asing yang jalan – jalan menuju pantai tidak menggunakan masker. “Dari tatap muka ini kami harapkan dapat mendukung wisata Bali yang aman dan sehat yaitu dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan di masa pandemi ini, serta mencegah penularan Covid-19 di obwis Pengasahan sehingga dapat memulihkan perekonomian nasional,” tegas AKP. I Gusti Lanang Jelantik, S.H.
Kanit Reskrim Polsek Selbar menjelaskan ada beberapa kejadian tindak pidana pada tahun 2020 dan 2021, adapun beberapa kendala di lapangan dalam pengungkapan kasus yaitu minimnya saksi di lapangan, kurangnya perhatian dari masing – masing karyawan terhadap tamu yang menginap, bebasnya tamu keluar masuk ke wilayah hotel/vila tanpa ada tanda larangan dan minimnya tenaga pengamanan yang berjaga di lokasi wisata. “Besar harapan agar para pelaku pariwisata bisa memenuhi apa yang telah dijelaskan oleh vapak Kapolsek Selbar seperti 4M tersebut,” tegasnya.
Kelian Adat Lalanglinggah yang pada intinya sangat setuju dengan paparan yang telah diberikan bapak Kapolsek Selbar terutama pada poit Man. “Besar harapan agar disetiap vila/hotel menyedikan tenaga pengamanan minimal Satpam, disamping itu diharapkan adanya keterbukaan,” katanya.
Pengelola Surya Home Stay, Agus Adit mengucapkan terimaksih kepada pihak Kepolisian Polsek Selemadeg Barat atas atensinya terhadap pelaku pariwisata di Banjar Pengasahan dan sudah memberikan pengayoman kepada pelaku pariwisata. “Menyikapi saran dari bapak Kapolsek Selbar tentang pemasangan cctv akan diusahakan mengingat saat ini musim pandemi, maka belum bisa dipenuhi. Kedepan apabila situasi sudah memungkinkan segala sesuatu yang disarankan akan segera dipenuhi, disamping mengingat minimnya tenaga pengamanan di vila/hotel agar masing – masing owner atau karyawan saling awas dan saling koordinasi guna menjaga kondusifnya keamanan di wilayah Banjar Pengasahan,” katanya. [Red/LCN]
Editor    : Ngakan Udiana
Sumver : Humas Polres Tabanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *