Celaka! PLN Rayon Timur Palangka Raya Seenaknya Putus Aliran Listrik Warga, Begini Kronologisnya

oleh
oleh

LCN | PALANGKA RAYA — Apa yang dilakukan salah satu Perusahaan Milik Negara, terhadap masyarakatnya sangatlah tidak manusiawi dan seolah – olah seperti Depcolektor (Tukang Tagih Angsuran Kredit Macet – Red).

Perusahaan Plat Merah ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalsel-teng Ranting Kota Palangka Raya Wilayah Timur.

Baru – baru ini telah melakukan pemutusan jaringan listrik sepihak dan tanpa rasa kemanusiaan terhadap konsumennya, hal ini terjadi pada hari rabu 24 Pebruari 2021, salah satu rumab warga jalan Sultan Badarudin Kota Palangka Raya, Kalteng.

Pelanggan dengan ID PLN 224010342046, menceritakan sikap dan bagaimana arogansinya pihak yang mengatas namakan petugas PLN ini memutuskan jaringan kabel SR (Kabel Atas) dengan sembunyi – sembunyi melewati atap rumah tetangga sebelah.

Perbuatan petugas PLN tersebut tentulah sangat disayangkan dan tidak sopan, sedangkan sebelumnya sudah di bicarakan dan meminta waktu akan dibayarkan paling lambat besok siang, kamis 25 Pebruari 2021.

“Pada saat itu, (rabu, 24/02/21) ada tiga orang petugas PLN datang, menagih pembayaran listrik jatuh tempo tanggal 22/02/2021. Setelah diberitahu akan dibayar kemudian 3 orang itu pulang, berselang beberapa jam, sekitar jam 2 siang, pada hari yang sama datang lagi 2 org pria dan wanita, yang wanita diduga namanya Novi. Mereka mengatakan dirinya dari PLN Palangka Raya, juga menyampaikan penagihan rekening listrik. Meskipun sudah dijelaskan bahwa tadi ada juga 3 orang datang dengan maksud yg sama. Namun mereka tetap ngotot harus dibayar saat itu juga,” ungkap Erwin Jhaniar menceritakan kepada media ini.

Kemudian lanjutnya, dua orang pria dan wanita itu terus mendesak dan mengancam jika tidak dibayar detik itu juga aliran listrik diputus. Dengan nada memohon Erwin meminta pengertian dan toleransi waktu untuk segera membayar tagihan listrik.

Beberapa jam tagihan listrik itu, senilai Rp.519.611,- (Lima Ratus Sembilan Belas Enam Ratus Sebelas Rupiah) tambah denda keterlambatan 5000 rupiah dibayarkan melalui indomaret, setelah dipastikan akan dibayar pada hari (Rabu) itu juga, baru lah dua orang itu pulang.

Namun Sekitar jam 03.30 wib tiba – tiba listrik padam, saat dicek ternyata aliran kabel listrik warna hitam diatas rumah telah diputus oleh Petugas tehnik, atas suruhan dua orang itu, pada saat saya didatangi dua orang yang pakai mobil jenis minibus Avanza warna hitam langsung kabur tancap gas.

Setelah dijelaskan pada petugas teknik bahwa listrik barusan dibayar akhirnya menyambung kembali aliran listrik yang sempat diputus kabelnya.

“Yang memaksa harus memutuskan jaringan kabel SR atas, diduga wanita yang bernama Novi, ” Jelas Erwin penghuni rumah tersebut.

Sementara itu, salah satu pengamat kebijakan publik dan juga seorang wartawan senior di Kalteng tak mau disebutkan namanya, menyampaikan rasa kesal dan menyayangkan tindakan pihak PLN Ranting Kota Palangka Raya Wilayah Timur ini.

“Sangat menyayangkan tindakan orang pihak ketiga suruhan PLN. tanpa toleransi, prikemanusiaan yang adil dan beradap. Saat kejadian itu kami tengah melakukan Doa keluarga untuk mendoakan almarhum istri saya. Mendadak konsentrasi berdoa kami sekeluarga buyar. Apakah begini cara Pemerintah perlakukan rakyatnya yg sudah puluhan tahun rajin membayar tagihan listrik. hanya terlambat pembayaran 2 hari saja langsug dilakukan pemutusan kabel SR bagian atas rumah,” ungkap HR ini sedih.

Sifat arogansi yang telah dilakukan Pihak PLN ini tentunya menjadi catatan hitam, seperti yang dialami HS ini. Terlambat dua hari dari tanggal jatuh tempo, dan surat pemberitahuannya dibikin tanggal 21 Pebruari 2021 dan di kasih tempo tanggal 22 Pebruari 2021 harus dibayar oleh Kunsomen.

Dan itu, pada tanggal 24 Pebruari 2021 sudah ada pembicaraan akan dibayarkan hari itu juga, dan pihak PLN mengiyakan untuk memberi toleransi, namun itu hanya sebatas dimulut.

Sementara itu, Humas PLN Kalteng, M Rusli ditemani Manager Rayon Timur Kota Palangka Raya, Yudha Prahara Gurun menyampaikan dan memberikan klarifikasi kepada media ini.

Bahwa katanya yang memutuskan atau petugas tersebut adalah Pihak Ketiga, PLN Tarakan.

“Ibu Novi adalah manager pihak ketiga, yaitu PLN Tarakan yang beralamat jalan Kahayan kota Palangka Raya, sebenar itu sudah melalui SOP, yaitu terlambat akan diambil tindakan pemutusan berupa, penyegelan jaringan listrik, pemutusan sementara dan bahkan pemutusan jaringan SR,” kata Manager Rayon Timur Kota Palangka Raya. [sgn]

Sumber : Investigasi

Editor : Anung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *