ISU DEMO SAAT PELANTIKAN PREBEKEL KOMISI I DPRD BADUNG: SUDAH ADA SATPOL PP

oleh
LCN | BADUNG – Adanya isu demo terkait penolakan pelantikan Prebekel Angantaka terpilih yang dikabarkan berlangsung pada Jumat (26/2) Ketua Komisi I DPRD Badung, I Wayan Regep angkat bicara. “Keamanan sudah ada dari Satpol PP,” tegasnya pada Kamis (25/2).
Isu demo tersebut terhembus lantaran masih adanya perselisihan di Pemilihan Prebekel (Pilkel) Desa Angantaka. Wayan Regep yang membidangi masalah keamanan di Komisi I pun mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah, khusus mengenai keamanan itu sudah ada dari pihak Satpol PP Kabupaten Badung.
“(Demo) baru sebatas wacana saja, masalah pengamanan sudah ada Satpol PP, kita tetap koordinasi selaku Pemerintah kita tetap solid,” kata Wayan Regep.
Saat ditanya, Bagaimana harapan mengenai pelantikan Prebekel yang dikabarkan berlangsung pada Jumat, (26/2). Wayan Regep pun berharap, jika sudah dipandang sesuai mekanisme silahkan ada pelantikan.
“Ya kalau itu dipandang sesuai mekanisme yang benar urusan Pemerintah, ya silahkan berjalan,” jawabnya dengan tegas.
Sebelumnya, sumber di lapangan mengatakan, bahwa sesungguhnya akan ada aksi demo pada Jumat (26/2), mengenai pelantikan Prebekel terpilih di Puspem Badung. Demo itu terkait penolakan terhadap pelantikan Perbekel terpilih di Desa Angantaka yang masih berpolemik. Kata sumber, menurut informasi di Desa Angantaka sebenarnya kondusif, namun yang membuat panas situasi adalah ada warga yang tidak terima dan juga ada warga luar yang ikut menyemangati terkait demo pada Jumat (26/2) ke Puspem Badung.
“Ada sekitar 10 orang yang akan demo ke Puspem, artinya mereka tidak setuju atas pelantikan karena masih ada kendala proses di Pengadilan dan proses di Kepolisian,” ujarnya.
Kasat Pol PP Kabupaten Badung, IGA Ketut Suryanegara saat dikonfirmasi mengenai adanya isu demo ke Puspem Badung, pihaknya akan melakukan atensi jika memang ada informasi yang beredar mengenai demo yang dimaksud, dan sudah barang tentu pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengantisipasi hal – hal kerawanan tersebut mengenai informasi yang berkembang di masyarakat yang diperkirakan terjadi akan adanya gangguan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas).
“Kita akan antisipasi mengenai informasi yang berkembang di masyarakat yang berdampak terjadinya gangguan Tibumtranmas,” kata Suryanegara pada Rabu (24/2).
Suryanegara menjelaskan, jika informasi itu benar, pihaknya akan mengerahkan anggotanya satu pleton berjumlah 31 orang di titik – titik rawan Puspem Badung.
“Kita akan kerahkan satu pleton dengan protokol kesehatan dan ditempatkan di titik titik rawan, namun sejauh ini perkembangan tetap kondusif,” jelasnya.
Sebelumnya seminggu yang lalu Kapolres Badung, AKBP. Roby Septiadi didampingi Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa saat menerima perwakilan dari masyarakat Desa Angantaka pada Jumat (19/2) mengatakan dengan tegas terkait Pilkel serentak 2021. Agar tidak ada yang melakukan aksi masa terkait masalah Pilkel yang ada di Desa Angantaka ini. Jika terjadi aksi masa apalagi melanggar Prokes, pihaknya akan bertindak tegas.
“Tidak ada undang – undang yang sejajar apalagi lebih tinggi dari keselamatan rakyat, jika ada aksi masa di tengah pemerintah gencar gencarnya memerangi virus Covid-19, kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya. [Red/LCN]
Editor        : Ngakan Udiana
Sumber     : Angga SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *