Dipertanyakan! Sudah Ditetapkan Tersangka, BE Belum Diproses Hukum

oleh
oleh

LCN | PALANGKA RAYA | KALTENG — Martiasi Gawei melaporkan Bachtiar Efendy (BE) atas duguan penggelapan,hal tersebut terungkap melalui konference pers yang disampaikan kepada beberapa awak media pada beberapa waktu yang lalu.

Permasalahan yang terjadi berawalkan dari titipan sebuah cek dengan nilai 186 juta, kepada BE dan uang tersebut dicairkan oleh terlapor namun uangnya tidak diserahkan kepada pelapor (Martiasi Gawei)

Merasa dirugikan MG yang didampingi oleh kuasa hukum menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan terhadap perbuatan BE

“Sebelumnya saya juga sudah mengambil jalan baik dengan meminta tolong kepada seorang kawan untuk menemui yang bersangkutan, namun yang bersangkutan tidak juga ada niat untuk mengembalikan uang tersebut”, ujar Martiasi Gawei

Selanjutnya juga di sampaikan, uang tersebut merupakan sisa upah pekerjaan atas sebuah proyek karena waktu itu saya ada kesibukan sehingga rekan kerja menitipkan kepada BE.

Berdasarkan laporan Martiasi Gawei atas dugaan penggelapan tersebut pihak Polda telah mengeluarkan surat dengan Nomor.LP/L/145/VI/RES.1.11./2020/SPKT yang meningkatkan status BE sebagai tersangka sebagai mana tertulis didalam surat tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Suriansyah Halim selaku Kuasa Hukum MG, Ia mengatakan bahwa setelah kami menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) bahwa yang bersangkutan resmi ditetapkan tersangka, Bahkan pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap BE dikarenakan saat itu menjelang Pilkada.

“November penetapan tersangkanya, namun belum dilakukan pemanggilan terhadap BE dengan alasan menjelang pilgub,” Kata Suriansyah Halim.

Telah usainya Pilgub ini, Suriansyah Halim mengharapkan kepada pihak penyidik agar segera melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Karena sudah sekitar dua bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami mengharapkan terhadap penyidik segera melakukan pemanggilan secepatnya sebagai tersangka, agar proses ini terang benderang,” jelasnya.

Dimana menurut Suriansyah, Kliennya sudah mengalami kerugian sekitar Rp 186 Juta. Padahal jelas orang yang melakukan pembayaran tersebut mengakui ada menitip cek sebesar Rp 186 Juta kepada BE.

“Klien saya ada kerjasama pekerjaan pada Juli tahun 2018 dan sudah dibayarkan melalui cek dan dititipkan ke BE untuk diserahkan, namun ternyata malah dicairkan sendiri tanpa diserahkan ke klien kami,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah yang dikonfirmasi melalui pesat WhatsApp terkait permasalahan yang ada menyapaikan.

“Sementara masih di pending karena menunggu putusan MK, jika sdh ada kepastian akan dilanjutkan sidiknya”, ujar Kombes Pol K Eko Saputro. [Dayat]

Sumber : Wawancara

Editor : Anung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *