TERBUKTI..!!! SAH PEMILIK TANAH SELUAS 15 HA DIMENANGKAN Ir. MEN GUMPUL BERDASARKAN AMAR PUTUSAN PN PALANGKA RAYA

oleh
oleh

LCN | PALANGKA RAYA – Buah manis untuk sebuah perjuangan dengan bermodalkan bukti dan kebenaran hingga semua menjadi terang benderang.

Itulah sedikit ungkapan atas apa yang di jalani oleh Ir Men Gumpul yang didampingi oleh kuasa hukumnya Pua Hardinata SH dan Lukas Sodder Possy SH, yang berjuang sejak Mei 2020 yang lalu.

Hingga pada Rabu 13 Januari 2021 melalui amar putusan PN Palangka Raya, yang menyampaikan bahwa adalah penggugat merupakan pemilik yang sah atas sebuah lahan dengan ukuran kurang lebih 15 hektar.

Melalui konferense pers disampaikan, permasalan berawalkan dari terbakarnya sebuah rumah di atas tanah yang telah di milikinya sejak tahun 1986 dengan bukti kepimilikan tiga buah surat SKT yang ditandatangi oleh kepala desa Kalampangan serta Camat.

Dan yang mencengangkan lagi beberapa waktu setelah kejadian terbakarnya rumah tersebut dirinya kembali dikagetkan dengan adanya aktivitas alat berat berupa excavator yang di ketahui penggugat merupakan pekerja yang di perintahkan oleh tergugat H. Syawaludin.

Meskipun merasa sangat terzholimi atas kejadian tersebut Men Gumpul tetap menahan diri untuk menghindari konflik dilapangan dan menempuh jalur hukum melalui gugatan pada Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Sengketa lahan ini juga sempat viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat luas, karena tergugat menggunakan dasar verklaring no. 12 AGR/1958 dan pecahannya dengan no. Reg. 202/Pem/V-1/1979.

Dan yang lebih mengejutkan lagi di tengah pemeriksaan sidang publik di kagetkan dengan terbitnya sebuah SPT No. Reg. 140.539/49/KL.G/VI/PEM/2020 tertanggal 10 juni 2020 oleh lurah Kalampangan.

” hari ini kami menyampaikan bahwa pemilik sah atas tanah yang di sengketakan antara penggugat Men Gumpul dan tergugat H Syawaluddin,adalah Men Gumpul (penggugat) kepelimilikan sah sesuai dengan amar putusan yang kami terima dari Pengadilan Negeri Palangka Raya ” kata Pua Harinata SH yang merupakan kuasa hukum penggugat.

Selanjutnya juga di sampaikan,semua pembuktian secara surat dan fakta lapangan tidak bisa dipungkiri karena penggugat selalu menyerahkan bukti kepemilikannya kepada pemerintah setempat guna menghindari diterbikannya surat baru di atas tanahnya.

” terima kasih kepada majelis hakim, dan saya juga mengingatkan kepada siapa saja yang memang tidak berhak atas sebuah tanah agar jangan mengambil hak orang lain, apalagi mengatasnamakan adat yang pada akhirnya membuat kita menjadi malu “pungkas Men Gumpul. [Dayat]

Editor : Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *